Minggu, 30 Juni 2024

Hai, it's me: about myself!

Dua tiga ayam bakar mail, macam mana saya nak tulis nih mail

Halo teman aksarais! hehehe kali ini aku membahas hal yang tidak perlu dibahas sebetulnya. Tentang diriku sendiri, ya.. okey let's do it🔥🔥

Ngomongin soal diriku sendiri.. sebagai seorang mahasiswi di salah satu Universitas swasta di Indonesia khususnya di Fakultas Sastra tidak membuatku jenuh. Banyak dari teman-teman mahasiwa jurusan lain yang merasa jenuh dan salah jurusan. Aku tidak tau, sejauh ini aku enjoy dengan jurusan Sastra Indonesia ini. Oh ya beberapa tulisanku sudah terpublish di kumparan dan di Indonesiana. Ini salah satu tulisanku yang pure bukan karena suruhan dosen untuk keperluan tugas hahah. Baca tulisanku di sini.

Yap, selain menulis artikel di dua media massa tersebut.. aku juga membuat konten seperti sekarang ini (ini finalnya) di beberapa platform seperti Instagram, Tiktok, YouTube dan Blog. Terkecuali tulisan di blog, aku membuat video dari durasi detik sampai menit yang terkadang FYP. Idk about them, mereka yang menonton dan cara kerjanya, ya begitu lah. 

Aku menjadi salah satu pengurus himpunan mahasiswa yang ada di jurusanku. Awalnya aku merasa sangat, ku ulangi, sangat excited dengan semua yang ada dan terjadi dalam himpunan. Ternyata setelah bergabung, memang seru dan mengasyikan, tapi sekaligus lelah fisik dan batinku hahah. Jujur aku kaget ternyata cukup menguras tenagaku sebab aku juga mengikuti salah satu unit kegiatan olahraga yang sudah beberapa kali tak kuhadiri. Maaf, ku kira aku mampu ternyata kalah oleh kesibukan yang tak seberapa ini, eak. 

Selain disibukan dengan mereka semua yang telah ku sebutkan namanya satu persatu hahah. Aku juga disibukan dengan liputan. Yap, benar liputan. Mata kuliah jurnalistik juga menjadi salah satu dari sekian banyak mata kuliah di semester 4 ini yang cukup menguras energi dan juga mentalku tentunya. Bertemu orang baru yang menurutku memang perlu ada pendekatan dan rasa percaya diri kita juga persiapan yang matang akan sangat membantu dalam liputan nantinya. Tapi aku merasa terkuras sekaligus senang bisa bertemu mata kuliah jurnalitik ini bersama dosen pengampunya hehe. Seru banget dan aku yakin semester depan akan lebih ✨CHAOS✨. Jadi mari yakinkan dan doakan aku serta teman-temanku bisa melewatinya, aamiin..

Jika bukan sebagai mahasiswi, maka aku sebagai gadis biasa yang bisa dikatakan pemalu. Introvert yang enggan berurusan dengan banyak orang. Tapi keadaan sebagai makhluk sosial mengharuskan kaum introvert sepertiku harus bergerak dan bertindak layaknya orang kebanyakan. Ya, ku lakukan semampuku dengan usaha yang sebisa mungkin dalam level maksimal.

Sudah ya sesi curhat mengenai diriku yang apa adanya ini, terima kasih!



https://sasindo.unpam.ac.id

#sasindounpam #madzhabpiktor #sastraindonesiapamulang #pamulangunpamkita

Rabu, 26 Juni 2024

Puisi Karangan Bunga karya Taufiq Ismail

Halo teman aksarais! kali ini aku mau membahas sedikit mengenai puisi yang ada di negeri kita ini hehe karya Taufiq Ismail.

Puisi di Indonesia memiliki sejarah yang kaya dan bervariasi, mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan politik yang berkembang di setiap zaman. Sebagai salah satu bentuk ekspresi sastra yang paling personal dan emosional, puisi menawarkan ruang bagi para penulis untuk menyampaikan perasaan, pemikiran, dan refleksi mereka terhadap dunia. Dari puisi tradisional yang kaya dengan simbolisme dan kearifan lokal hingga puisi modern yang lebih bebas dan eksperimental, perkembangan puisi di Indonesia menunjukkan perjalanan yang menarik dan kompleks.

Puisi tradisional di Indonesia, seperti pantun, gurindam, dan syair, memiliki struktur yang ketat dan sering kali digunakan untuk menyampaikan nasihat, petuah, dan kearifan lokal. Pantun, misalnya, dikenal dengan rima yang teratur dan biasanya terdiri dari empat baris dengan pola a-b-a-b. Puisi tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat pendidikan dan penyampaian nilai-nilai moral.

Memasuki era kolonial, puisi di Indonesia mulai terpengaruh oleh sastra Barat. Penulis seperti Chairil Anwar, yang merupakan bagian dari Angkatan '45, memperkenalkan gaya penulisan yang lebih bebas dan ekspresif. Chairil Anwar dikenal dengan puisi-puisinya yang penuh semangat kemerdekaan dan pemberontakan, seperti dalam puisi terkenalnya "Aku". Karya-karyanya menandai awal dari puisi modern di Indonesia, yang lebih individualistik dan eksploratif dalam tema dan gaya.

Puisi kontemporer di Indonesia menunjukkan diversifikasi yang lebih luas dalam tema, bentuk, dan gaya. Para penyair kontemporer mengeksplorasi berbagai isu, mulai dari cinta dan kehidupan sehari-hari hingga politik, lingkungan, dan identitas budaya. Penyair seperti Sapardi Djoko Damono dengan puisi-puisinya yang sederhana namun dalam, seperti "Hujan Bulan Juni", berhasil menggugah emosi pembaca dengan keindahan bahasa yang minimalis.

Di era digital, puisi di Indonesia juga mengalami transformasi dengan hadirnya platform online yang memungkinkan para penyair untuk berbagi karya mereka kepada audiens yang lebih luas. Media sosial dan blog memberikan ruang baru bagi ekspresi puisi, memungkinkan munculnya penyair-penyair muda yang kreatif dan inovatif. Ini juga membuka peluang untuk kolaborasi lintas disiplin, seperti puisi yang digabungkan dengan musik, seni visual, dan pertunjukan.

Puisi tetap relevan sebagai medium untuk menyuarakan perasaan dan pemikiran di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat. Puisi memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati, menciptakan kesadaran, dan menginspirasi tindakan. Dalam konteks politik dan sosial, puisi sering kali digunakan sebagai alat perlawanan dan kritik terhadap ketidakadilan dan penindasan. Sebagai cermin kehidupan sosial, puisi merefleksikan pengalaman kolektif dan individual, memberikan suara kepada yang tidak terdengar, dan menciptakan ruang untuk dialog dan refleksi.

Puisi di Indonesia adalah cermin dari perjalanan sejarah, budaya, dan dinamika sosial masyarakat. Dari bentuk tradisional yang sarat dengan kearifan lokal hingga puisi modern dan kontemporer yang bebas dan eksperimental, puisi terus memainkan peran penting dalam menyampaikan perasaan dan pemikiran manusia. Dengan dukungan dan apresiasi yang berkelanjutan, puisi di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia sastra dan budaya.

"Karangan Bunga" karya Taufiq Ismail adalah puisi yang mendalam dan penuh makna, mencerminkan kesedihan dan keprihatinan terhadap situasi politik dan sosial di Indonesia pada masanya. Puisi ini menggambarkan suasana berkabung dan kehilangan, dengan penggunaan simbol bunga sebagai representasi duka cita dan penghormatan. Melalui "Karangan Bunga", Taufiq Ismail menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan dan penderitaan yang dialami oleh rakyat, sekaligus mengajak pembaca untuk merenungkan realitas yang ada. Karya ini menunjukkan kekuatan puisi sebagai medium untuk menyuarakan kebenaran dan menggerakkan hati pembacanya.


https://sasindo.unpam.ac.id

#sasindounpam #madzhabpiktor #sastraindonesiapamulang #pamulangunpamkita

Sabtu, 22 Juni 2024

Mengulas Pertunjukan Teater Kampus

Halo teman aksarais! ngomongin teater tau gak sih pertunjukan teater itu banyak, terutama di kampus dengan fakultas sastra atau ilmu budaya. Kali ini aku mau bahas mengenai teater!

Teater di Indonesia memiliki sejarah panjang dan kaya yang mencerminkan keanekaragaman budaya, tradisi, dan ekspresi kreatif masyarakatnya. Sebagai bentuk seni pertunjukan yang memadukan unsur sastra, tari, musik, dan seni rupa, teater di Indonesia berkembang melalui berbagai fase, mulai dari teater tradisional hingga teater modern. Setiap bentuk teater membawa karakteristik unik yang mencerminkan identitas budaya dan sosial masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan pesan moral, kritik sosial, dan hiburan.

Teater tradisional di Indonesia meliputi berbagai jenis pertunjukan yang kental dengan nuansa budaya lokal. Beberapa di antaranya adalah wayang kulit, wayang golek, ketoprak, ludruk, dan randai. Wayang kulit, misalnya, adalah seni pertunjukan boneka bayangan yang sangat populer di Jawa. Dalam pertunjukan ini, dalang memainkan wayang di balik layar putih dengan iringan gamelan, menceritakan kisah-kisah epik seperti Ramayana dan Mahabharata. Wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan penyampaian nilai-nilai moral kepada masyarakat.

Ludruk dan ketoprak adalah bentuk teater rakyat yang populer di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ludruk biasanya menampilkan cerita-cerita keseharian yang dikemas dengan humor, sementara ketoprak mengangkat cerita-cerita sejarah dan legenda. Kedua jenis teater ini sering kali diiringi musik tradisional dan tarian, menciptakan pertunjukan yang menghibur sekaligus mendidik.

Teater modern di Indonesia mulai berkembang pada awal abad ke-20, seiring dengan pengaruh kolonial Belanda dan perkenalan dengan budaya Barat. Salah satu pionir teater modern di Indonesia adalah W.S. Rendra, yang dikenal sebagai "Burung Merak" karena kemampuan luar biasanya dalam berakting dan menulis naskah. Rendra mendirikan Bengkel Teater pada tahun 1967, yang menjadi pusat pelatihan dan pengembangan teater modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Rendra sering kali mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Selain Rendra, tokoh penting lainnya dalam teater modern Indonesia adalah Arifin C. Noer dan Putu Wijaya. Karya-karya Arifin C. Noer seperti "Kapai-Kapai" dan "Umang-Umang" dikenal dengan gaya realis dan kritik sosial yang tajam. Putu Wijaya, di sisi lain, dikenal dengan gaya absurd dan eksperimentalnya, menghadirkan teater yang penuh dengan simbolisme dan metafora.

Teater kontemporer di Indonesia terus berkembang dengan munculnya kelompok-kelompok teater independen yang inovatif dan eksperimental. Kelompok-kelompok ini sering kali menggabungkan elemen-elemen tradisional dan modern, menciptakan bentuk pertunjukan yang segar dan dinamis. Salah satu contohnya adalah Teater Garasi di Yogyakarta, yang dikenal dengan pendekatan multi-disiplin dan eksplorasi tema-tema sosial dan politik yang mendalam.

Teater kontemporer juga semakin mendapatkan tempat di kancah internasional, dengan beberapa kelompok dan seniman teater Indonesia sering kali diundang untuk tampil di festival-festival teater dunia. Ini tidak hanya menunjukkan kualitas dan kreativitas teater Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens global.

Meskipun teater di Indonesia terus berkembang, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya dukungan finansial dan fasilitas yang memadai untuk para seniman teater. Selain itu, minat masyarakat terhadap teater juga masih relatif rendah dibandingkan dengan bentuk hiburan lainnya seperti film dan televisi. Namun, dengan upaya yang terus menerus dari para pelaku teater untuk menciptakan karya-karya yang relevan dan inovatif, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat, teater di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.

Teater di Indonesia adalah cerminan dari kekayaan budaya dan kreativitas bangsa. Dari teater tradisional yang sarat dengan nilai-nilai lokal hingga teater modern dan kontemporer yang penuh dengan inovasi, teater Indonesia terus memainkan peran penting dalam menyuarakan isu-isu sosial, budaya, dan politik. Dengan dukungan dan apresiasi yang lebih besar, teater di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan seni dan budaya di Indonesia.


https://sasindo.unpam.ac.id

#sasindounpam #madzhabpiktor #sastraindonesiapamulang #pamulangunpamkita

Rabu, 12 Juni 2024

Dunia Jurnalistik: Mata Kuliah Favorit!

Hai hai teman aksarais, setiap orang pasti punya hal yang disukai. Dalam hal mata kuliah favorit, jurnalistik mengambil peran itu. Jadi kali ini aku bakal bahas seputar mata kuliah jurnalistik^^

Mata kuliah Jurnalistik merupakan salah satu program studi yang menawarkan pengetahuan dan keterampilan esensial bagi mereka yang ingin berkarir di dunia media dan komunikasi. Di tengah era informasi yang berkembang pesat, mata kuliah ini tidak hanya mengajarkan teknik menulis dan pelaporan berita, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang etika jurnalistik, hukum media, dan teknologi digital yang relevan. Dengan berbagai modul yang komprehensif, mahasiswa diarahkan untuk menjadi jurnalis yang kritis, objektif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan cepat di industri media.

Dalam mata kuliah Jurnalistik, mahasiswa mempelajari berbagai jenis penulisan berita, termasuk berita langsung (hard news), feature, dan artikel opini. Mereka juga diajarkan cara melakukan wawancara yang efektif, mengumpulkan informasi, dan memverifikasi fakta untuk memastikan akurasi laporan mereka. Penekanan pada akurasi dan kejujuran dalam pelaporan adalah salah satu aspek penting yang terus ditekankan sepanjang kursus. Mahasiswa juga belajar tentang pentingnya menulis dengan jelas dan ringkas, mengingat audiens mereka yang beragam.

Etika jurnalistik merupakan bagian integral dari mata kuliah ini. Mahasiswa didorong untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan independensi dalam setiap tugas jurnalistik mereka. Diskusi tentang dilema etis yang mungkin dihadapi jurnalis, seperti menjaga kerahasiaan sumber atau melaporkan informasi sensitif, menjadi bagian penting dalam pengajaran. Selain itu, hukum media juga diajarkan untuk memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban jurnalis, termasuk isu-isu terkait pencemaran nama baik, hak cipta, dan kebebasan pers.

Mata kuliah Jurnalistik juga tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi digital. Mahasiswa diajarkan untuk menguasai alat dan platform digital yang digunakan dalam jurnalisme modern, seperti media sosial, blog, dan situs berita online. Mereka juga belajar tentang produksi konten multimedia, termasuk fotografi, videografi, dan podcasting. Kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan memanfaatkannya untuk menyampaikan berita dengan cara yang menarik dan efektif menjadi salah satu keterampilan kunci yang dikembangkan dalam kursus ini.

Selain teori dan praktik dasar, mahasiswa juga sering terlibat dalam proyek lapangan dan magang di berbagai organisasi media. Pengalaman ini memberikan mereka kesempatan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata, serta membangun jaringan profesional yang dapat bermanfaat untuk karir mereka di masa depan. Melalui magang, mereka dapat merasakan langsung dinamika bekerja di newsroom, menghadapi tenggat waktu yang ketat, dan memahami proses editorial yang kompleks.

Jurnalistik investigatif juga merupakan salah satu area penting yang diajarkan dalam mata kuliah ini. Mahasiswa diajarkan teknik investigasi mendalam untuk mengungkap isu-isu kompleks dan seringkali tersembunyi dari pandangan publik. Ini termasuk metode riset yang ekstensif, wawancara mendalam, dan analisis data. Jurnalistik investigatif memerlukan ketekunan, keberanian, dan integritas tinggi, serta memberikan dampak besar dalam membongkar korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan isu-isu sosial lainnya.

Lulusan dari mata kuliah Jurnalistik memiliki peluang karir yang luas, mulai dari bekerja sebagai jurnalis di media cetak, penyiaran, dan online, hingga peran di bidang hubungan masyarakat, komunikasi korporat, dan content kreator. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan, mereka siap untuk berkontribusi dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik. 

Dalam kesimpulannya, mata kuliah Jurnalistik adalah program studi yang menawarkan fondasi kuat bagi mereka yang ingin mengejar karir di bidang media. Dengan kombinasi teori, praktik, etika, dan teknologi, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi jurnalis profesional yang mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era informasi modern. Mata kuliah ini tidak hanya membentuk individu yang terampil dalam menulis dan melaporkan berita, tetapi juga mencetak jurnalis yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam menyajikan kebenaran kepada masyarakat.


https://sasindo.unpam.ac.id

#sasindounpam #madzhabpiktor #sastraindonesiapamulang #pamulangunpamkita

Jumat, 07 Juni 2024

Mengulas Dosen Sastra Indonesia di Universitas Pamulang

Haii teman aksarais! kembali lagi bersama aksara.. kali ini aku mau bahas di kampusku (yang sebenernya disuruh hahah)

Siapa yang udah kenal sama Unpam? Universitas Pamulang (Unpam) adalah salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang menawarkan berbagai program studi, termasuk Sastra Indonesia. Para dosen di jurusan Sastra Indonesia di Unpam memiliki peran vital dalam mengajar, meneliti, dan menjaga warisan budaya sastra Indonesia. Mereka tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti, penulis, dan pembimbing yang berkontribusi besar dalam pengembangan ilmu sastra di Indonesia.

Dosen Sastra Indonesia di Unpam umumnya memiliki latar belakang akademis yang kuat dan beragam. Mereka sebagian besar adalah lulusan dari universitas terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Banyak di antara mereka yang telah meraih gelar doktor dan memiliki pengalaman riset yang luas dalam bidang sastra, linguistik, dan kajian budaya.

Para dosen ini aktif dalam menulis dan menerbitkan artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional. Mereka juga terlibat dalam berbagai seminar, konferensi, dan workshop sastra yang berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan temuan terbaru dalam bidang mereka. Keterlibatan ini memastikan bahwa mereka selalu up-to-date dengan perkembangan terbaru dalam dunia sastra dan pendidikan.

Dosen di jurusan Sastra Indonesia di Unpam berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada mahasiswa. Mereka mengajar berbagai mata kuliah seperti Sejarah Sastra Indonesia, Teori Sastra, Kritik Sastra, Linguistik, dan Penulisan Kreatif. Metode pengajaran mereka mencakup kombinasi antara kuliah tatap muka, diskusi kelompok, dan proyek penelitian, yang semuanya dirancang untuk mengembangkan kemampuan analitis, kritis, dan kreatif mahasiswa.

Selain mengajar, dosen Sastra Indonesia di Unpam juga aktif dalam penelitian. Mereka meneliti berbagai topik yang mencakup sastra klasik, modern, dan kontemporer, serta kajian budaya dan linguistik. Hasil penelitian ini tidak hanya dipublikasikan di jurnal ilmiah tetapi juga digunakan untuk memperkaya materi pengajaran dan memberikan wawasan baru kepada mahasiswa.

Dosen juga berperan sebagai pembimbing bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi atau tugas akhir. Mereka membantu mahasiswa merumuskan topik penelitian, mengembangkan metodologi, dan menulis dengan baik. Bimbingan ini sangat penting untuk memastikan bahwa karya akhir mahasiswa memenuhi standar akademis yang tinggi dan berkontribusi pada ilmu pengetahuan.

Selain aktivitas akademis, dosen di jurusan Sastra Indonesia Unpam juga terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mereka seringkali mengadakan seminar, lokakarya, dan pelatihan yang ditujukan untuk guru, siswa, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat terhadap sastra Indonesia serta memperkuat peran sastra dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya dosen di perguruan tinggi lainnya, dosen Sastra Indonesia di Unpam menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut termasuk perkembangan teknologi yang cepat, kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian, serta upaya untuk mempertahankan relevansi sastra dalam konteks global yang terus berubah. Namun, dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi, mereka terus berupaya untuk menghadapi tantangan ini dan memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat.

Dosen Sastra Indonesia di Universitas Pamulang memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan dan melestarikan ilmu sastra di Indonesia. Melalui pengajaran, penelitian, pembimbingan, dan pengabdian kepada masyarakat, mereka tidak hanya membantu mencetak generasi baru yang mencintai sastra, tetapi juga menjaga dan memperkaya warisan budaya bangsa. Dedikasi dan komitmen mereka adalah kunci utama dalam memajukan pendidikan sastra di Indonesia.

Dari sekian banyak dosen Sastra Indonesia Universitas Pamulang, aku berkesempatan mewawancarai salah satu dosen, yaitu Dr. Kusen, S.Pd, M.Pd.

Beliau adalah salah satu dosen di jurusan Sastra Indonesia, Universitas Pamulang. Beliau memiliki latar belakang akademis yang kuat dengan gelar doktor dalam bidang sastra. Beliau sangat akrab dengan sastra khususnya dengan kebudayaan atau antropologi sastra. Mata kuliah yang diajarnya ada sastra wayang, antropologi sastra dan banyak lainnya.


https://sasindo.unpam.ac.id

#sasindounpam #madzhabpiktor #sastraindonesiapamulang #pamulangunpamkita

Analisis Komik Terjemahan Blue Lock

Sumber: www.gramedia.com/blue-lock Cerita: Muneyuki Kaneshiro Gambar: Yusuke Nomura Penerbit Lokal: Elex Media Komputindo Harga: Rp 45.000,-...