Beberapa kali memberanikan diri menyelami genre bacaan yang berbeda, salah satunya genre horor. Mulai dari terbitan luar negara sampai lokal punya. Komik Journal of Terror karya Sweta Kartika membawa nuansa khas Nusantara yang ketika dibaca bisa meningkatkan frekuensi detak jantung. Terlebih ketika dibaca saat waktu menghampiri tengah malam sekaligus ditemani gemercik hujan.
Kesan pertama ketika melihat sampul komik, tidak semenakutkan cerita yang disertakan. Prana sebagai tokoh utama digambarkan dengan imut sebagai anak laki-laki berusia 5 tahun yang hanya memiliki beberapa helai rambut. Berbeda dengan "makhluk halus" dalam komik ini yang digambarkan lebih serius tanpa meninggalkan detail untuk menambah kesan mengerikan, menjijikan dan kadang kala mengagetkan.
Cerita disuguhi visualisasi gambar yang epik membuat komik Journal of Terror dengan mudahnya membawa perasaan saya selaku pembaca menuju tempat gelap berisi makhluk halus berada. Membaca komik ini membuat tantangan baru dalam hidup saya. Selama membaca puluhan komik, Journal of Terror telah berhasil membuat saya merasakan kehadiran "mereka" di dalam komik.
Para pecinta horor wajib menambahkan komik Journal of Terror sebagai bacaan seumur hidup sekali. Untuk versi cetak sudah tersedia di Gramedia yang terbit tahun 2019 dengan 336 halaman. Menurut saya, harganya sepadan dan tidak berlebihan jika dibandingkan dengan kualitas gambar dan cerita yang disusun Sweta Kartika. Selain cetak, komik Journal of Terror juga tersedia dalam versi digital di Webtoon dengan total 23 episode dan telah dibaca sebanyak 2,1 juta kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar